Bab 5

Apa Hukumnya Jika Wanita Berhias?

Tidak kita ragukan, senang dan cinta terhadap keindahan dan ke¬bersihan merupakan tabiat setiap manusia yang berjiwa sehat. Setiap orang ingin jika dirinya tampil bersih dan indah. Terlebih lagi jika niatnya adalah untuk ibadah, tidak berlebihan dan tidak menerjang keharaman Allah dalam perhiasan. Sebagai contoh sederhana, Allah 'menganjurkan agar seorang hamba memakai pakaian yang paling ba¬gus dan indah ketika hendak shalat.23 Hal ini sesuai dengan fitrah se¬tiap orang. Allah berfirman

                                                                       

Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di seti¬ap (memasuki) masjid. (QS al-A’raf [7]: 31)

Ayat diatas menunjukkan bolehnya seorang memakai perhiasan. Kaum laki-laki dan wanita sama kedudukannya dalam hukum ini.24

Namun, secara khusus bagaimanakah hukumnya bagi seorang wani¬a muslimah? Apakah boleh baginya berhias dan tampil indah di khalayak ramai?

Berhias seperti apa yang dibolehkan bagi kaum wanita? Ketahuilah wahai saudariku wanita muslimah, pertama-tama katakan bahwa Islam tidak mencela jika wanita senang untuk berhias. Bahkan hal itu merupakan perkara yang dianjurkan dalam agama. Islam menyifati istri yang shalihah dengan sifat:
                                                                           
"Sebaik-baik wanita adalah yang menyenangkanmu jikakamu melihatnya."25

Tidaklah Islam menyifati istri shalihah dengan sifat tersebut melainkan sebagai bukti yang sangat gamblang bahwa wanita dianjurkan untuk selalu tampil bersih, indah, dan berhias.26

Namun, Islam tidak membiarkan begitu saja wanita berhias tanpa aturan dan rambu-rambu. Ada patokan dan hukum-hukum perhiasan yang harus diperhatikan oleh segenap wanita muslimah, seperti kapan dan di mana boleh menampakkan perhiasannya dan kepada siapa saja boleh ditampakannya. Untuk jelasnya, ikuti pembahasan selanjutnya.